Minggu, 28 November 2010

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL DAN CARA PANDANGNYA, BESERTA PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SUATU ORGANISASI

Tugas softskil :
Definisi,cara pandang & pengambilan keputusan Organisasi sebagai sistem sosial

1. Jelaskan organisasi sebagai sistem sosial dan jelaskan cara pandang organisasi sebagai sistem sosial.
Definisi dari organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain lain. Tujuan disini dapat di definikasikan sebagai output, dan untuk menjadi output diperlukan input. Input dapat berupa raw material, sdm, uang, informasi dll. System sendiri dapat di definikasikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.

Saat ini, banyak manajer mengakui begitu banyaknya bagian dalam organisasi, khususnya keterkaitan antar bagian seperti koordinasi antar pusat dan daerah, mandor dan buruh-buruh lain. Para manajer saat ini lebih peduli pada apa yang bekerja di dalam organisasi dan feedback. Jadi, bila ada persoalan dalam organisasi, manajer tidak serta merta focus pada persoalan yang dilaporkan, melainkan melihat pola keterkaitan yang lebih besar. Manajer lebih focus pada hasil yang ingin dicapai organisasi. Caranya, manajer lebih focus pada struktur yang biasa menciptakan perilaku yang mempengaruhi tindakan dibandingkan relative pada tindakan-tindakan yang selalu berulang sejak masa lalu.

Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa pengertian organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama.tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan dll. Sedangkan pengertian dari sosial adalah manusia yang berkaitan dengan masyarakat dan para anggotanya. Dengan demikian system social antara lain dengan adanya organisasi social & organisasi social.

Perilaku organisasi adalah telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang bertindak di dalam organisasi. Dengan demikian dalam kaitanya dengan organisasi sebagai system social maka kajian perilaku organisasi mencangkup sebagai aspek seperti: Publik, Bisnis, Sosial dll. Sebagai contoh PSSI ( Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) sebagai organisasi yang bergerak dibidang olahraga sepak bola tidak hanya terpaku pada satu aspek kajian yaitu sepak bola.

2. Proses pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.
Proses pengambilan keputusan dalam suatu organisasi, metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.

Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidak percayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok, daripada keputusan yang diambil secara individual.

Kadang-kadang seorang anggota organisasi oleh anggota lainya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seseorang anggota organisasi yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuanya dalam hal tertentu oleh oleh anggota lainya.

Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karena sangat sulit menentukan indicator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior). Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit. Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi akan bersaing untuk mempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.

Cara lain untuk memahami tindak komunikasi dalam organisasi adalah dengan melihat bagaimana suatu organisasi menggunakan metode-metode tertentu untuk mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).

a) Kewenangan Tanpa Diskusi
Metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.

Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidak percayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok,daripada keputusan yang diambil secara individual.

b) Pendapat Ahli
Kadang-kadang seorang anggota organisasi oleh anggota lainnya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota organisasi yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota lainnya.

Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karenasangat sulit menentukan indikator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior). Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik; untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit.

c) Kewenangan Setelah Diskusi
Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama. Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas. Dengan perkataan lain, pendapat anggota organisasi sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.

Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi akan bersaing untukmempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.

d) Kesepakatan
Kesepakatan atau konsensusakan terjadi kalau semua anggota dari suatu organisasi mendukung keputusan yang diambil. Metode pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan, yakni partisipasi penuh dari seluruh anggota organisasi akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, sebaik seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut. Selain itu metode konsensus sangat penting khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang kritis dan kompleks.

Namun demikian, metodepengambilan keputusan yang dilakukan melalui kesepakatn ini, tidak lepas juga dari kekurangan-kekurangan. Yang paling menonjol adalah dibutuhkannya waktu yang relatif lebih banyak dan lebih lama, sehingga metode ini tidak cocok untuk digunakan dalam keadaan mendesak atau darurat.

Keempat metode pengambilan keputusan di atas, menurut Adler dan Rodman, tidak ada yang terbaik dalam arti tidak ada ukuran-ukuran yang menjelaskan bahwa satu metode lebih unggul dibandingkan metode pengambilan keputusan lainnya. Metode yang paling efektif yang dapat digunakan dalam situasi tertentu, bergantung pada faktor-faktor:
• Jumlah waktu yang ada dan dapat dimanfaatkan,
• Tingkat pentingnya keputusan yang akan diambil oleh kelompok, dan
• Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatan pengambilan keputusan tersebut.

Daftar Pustaka

Selasa, 23 November 2010

PENGALAMAN DALAM ORGANISASI FORMAL & INFORMAL BESERTA KONFLIK DAN PEMECAH PERMASALAHANYA.


A.   Arti Istilah Organisasi
  1.    Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2.    Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3.    Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

B.  Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal
 1.    Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

2.    Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

C.  Pembahasan.
Disini saya akan membahas pengalaman dalam berorganisasi di dalam suatu organisasi formal & informal. Sebelumnya kita telah mengetahui beberapa definisi dari masing-masing macam-macam organisasi antara lain formal & informal yang terdapat pada bacaan di atas.

1.    Pertama saya akan menerangkan pengalaman saya di dalam organisasi formal.

Ketika saya masuk SMA di SMA Negeri 4 Kota Bekasi, saya dan teman-teman seangkatan kelas saya mengikuti beberapa organisasi yang tersedia di SMAN 4 Bekasi, diantaranya adalah KIR dan THEATER.
Pada saat baru mulai pelantikan anggota organisasi KIR, disana saya sudah merasa tidak betah karena terlalu banyak siswa –siswi yang mengikuti organisasi tersebut. Saya juga mendengar bahwa bila masuk ke organisasi KIR siswa atau siswi tersebut sudah secara otomatis bisa masuk ke jurusan IPA.

Selanjutnya saya beralih ke suatu organisasi yang bernama Theater. Saya tertarik untuk bergabung dalam organisasi tersebut, karena pada saat MOS (masa orientasi siswa) senior dari anggota organisasi Theater tersebut berkata, bahwa “bila kita masuk ke dalam organisasi tersebut, kita bisa serasa menjadi artis”. Dari sanalah keinginan saya untuk mengikuti organisasi tersebut ada. Namun, tak lama kemudian saya merasa jenuh. Dan akhirnya saya mengundurkan diri. Hingga saya hampir lulus dari SMAN 4 Bekasi, saya tidak mengikuti lagi organisasi di sekolah saya selain hanya 2 organisasi yang tersebut di atas..

Setelah lulus dari SMAN 4 Bekasi, saya melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Universitas Gunadarma. Disana saya mengikuti sebuah organisasi dari fakultas saya Ilmu Komputer yang bernama HMSI yang merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi. Yang artinya, di organisasi tersebutlah semua anak-anak yang Jurusan Sistem Informasi berkumpul. Karena organisasi tersebut masih dalam keadaan ilegal karena belum mendapatkan persetujuan dari para BEM, BEMJ, dan seluruh pengurus Rektor makanya masih sangat sulit untuk mendapatkan anggota yang ingin masuk ke organisasi tersebut. 

Hanya selang waktu dua minggu saya mengikuti semua prosedur dari organisasi tersebut, lalu saya mengundurkan diri untuk kesekian kalinya dari organisasi yang saya ikuti.

 Konflik yang saya pernah hadapi di dalam organisasi Formal ini adalah:
        Kadang sering sekali kita merasa beda pendapat dalam melakukan sebuah foting. Entah dalam mengajukan saran atau pun krikitk. Tak hanya itu, untuk setiap kali ingin kumpul membicarakan agenda selanjutkan, setiap organisasi pasti mengeluhkan ada bentroknya jadwal yang pada dengan pelajaran atau pun Mata Kuliah dari setiap anggota organisasi tersebut. Namun, saya bisamengambil hikmah dari semua kejadian tersebut, dari situ lah kita bisa memahami betapa pentingnya sebuat komunikasi agar kita semua tidak ada lagi salah paham antara satu dengan yang lainnya.

 2.      Kedua saya akan menjelaskan pengalaman saya di  organisasi informal.
 Pengalaman saya di Organisasi informal yaitu pernah menjabat menjadi karang taruna dalam Panitia HUT RI pada tahun 2009 yang lalu.

Di dalam kepanitiaan HUT RI ini saya mempunyai pengalaman dalam menjadi sekertaris. Di sana saya mendapat banyak ilmu diantaranya bisa mengetahui bagaimana caranya membuat surat undangan, cop surat panitia, membuat lambang panitia di aplikasi corel draw, tata cara bahasa yang benar untuk kata-kata dalam latar belakang acara kepanitiaan, susunan acara, dsb.

Tak ada yang sempurna di dunia, mungkin itu lah pepatah yang pantas untuk menjelaskan sebuah kekurangan di dalam sebuah kepanitiaan. Namun tidak semua kekurang merupakan suatu hal yang buruk, dari kekurang itu lah kita juga dapat ambil hikmahnya dan belajar dari kekurangan tersebut, untuk menuju prospek yang lebih baik kedepannya jika saya menjadi pengurus panitia HUT RI kembali.


Di kepanitiaan yang bersifat sementara ini saya dapat mengambil hikmahnya, kita semua adalah saudara,sebangsa,setanah air satu tanah air indonesia sebangsa satu bangsa indonesia dan sebahasa satu bahasa indonesia seperti yang di katakan di dalam sumpah pemuda.

Ø  Konflik yang saya pernah hadapi di dalam organisasi informal ini adalah :
            Di dalam kepanitiaan HUT RI masih terdapat kekurangan dana, tetapi alhamdulillah kami sebagai panitia mempunyai pemecahan masalahnya yaitu dengan cara menambahkan iuran dari panitia dan juga meminta donatur yang lainya, sehingga kekurangannya dapat tertutupi.


Sekian.
Wasalammualaikum Wr. Wb.



Sabtu, 13 November 2010

Tuhan Maha Cinta

Tahukah Tuhanmu selalu hidup di dalam hatimu
Cinta dari-Nya menjawab semua masalahmu
Dia mendengar melihat dan selalu berfirman
Perangi neraka di dalam hatimu
Damaikan jiwamu dengan cinta Dia
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh
Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu

Serukan, ikhlaskan, pasrahkanlah hanya kepada-Nya
Cinta-Nya adalah jawaban-Nya karena Tuhanlah Maha Cinta
Karena Tuhanlah Maha Cinta

Tahukah Tuhanmu selalu hidup di dalam hatimu
Cinta dari-Nya menjawab semua masalahmu
Dia mendengar melihat dan selalu berfirman
Perangi neraka di dalam hatimu
Damaikan jiwamu dengan cinta Dia
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh
Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu

Serukan, ikhlaskan, pasrahkanlah hanya kepada-Nya
Cinta-Nya adalah jawaban-Nya karena Tuhanlah Maha Cinta
Karena Tuhanlah Maha Cinta

Ketenangan Hidup

Ilmu fisika, biologi, falak, dan kimia telah menunjukan kepada kita bahwa dunia diciptakan dengan aturan-aturan dan ukuran-ukuran yang rapi. Tidak ada tempat bagi sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semua berjalan mengikuti hukum-hukum yang telah Allah ciptakan di alam semesta ini.
“… dan, Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS Al Furqaan:2)

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al Qamar:49)

Dan, tentu saja Allah menciptakan semua ini bukan tanpa tujuan. Tidak mungkin tanpa tujuan. Pasti, akan selalu ada hikmah di balik semua penciptaan ini.Namun, keyakinan akan semua hikmah ini, bukan berarti kita akan mengetahuinya. Karena keterbatasan ilmu manusia, bisa saja hikmah-hikmah itu masih tersembunyi, tidak terungkap oleh pandangan manusia yang terbatas ini.

“… mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. ” (QS. An Nisaa’:19)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah:216)

Dan, saya yakin bahwa keterbatasan ini pun memberikan hikmah yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Tidak semuanya harus ada jawaban, yang perlu kita yakini adalah semuanya demi kebaikan kita. Dalilnya sudah jelas dan sudah kita hafal bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kadang kita berusaha keras, namun hasil seolah tidak kunjung datang. Saya kata seolah sebab itu hanyalah pandangan kita yang terbatas.  Strategi, taktik, dan rencana matang tidak selamanya akan menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita. Bisa jadi, Allah telah menyiapkan yang lain yang pastinya akan lebih baik dari itu.

“… Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.” (QS Ath Thalaaq:1)

Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (At Takwir:29)

Jika saya berikhtiar itu semata-mata karena memenuhi perintah Allah. Manusia hanya berusaha, sedangkan Allah yang menentukan akibat dan hasilnya. Dan saya merasa yakin bahwa akibat dan hasil yang dipilihkan Allah bagi saya adalah yang terbaik bagi saya.

Jika demikian, mengapa kita harus takut dan khawatir dalam menjalani hidup? Bukankah semuanya untuk kebaikan kita sendiri. Pahit mungkin terasa pahit yang kita alami. Kita tidak menyukai. Kita membencinya. Padahal boleh jadi itu yang terbaik bagi kita.

Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini. Yang sering mengeluh dengan pemberian-Mu. Yang sering lupa bahwa Engkau memberikan yang terbaik.

Mudah-mudahan, mulai detik ini saya merasa tentram terhadap rahmat Allah, keadilan-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan ilmu-Nya. Hidup yang lebih tenang karena “melihat” peran Allah dalam setiap peristiwa dan setiap urusan. Hidup yang tenang, karena hidup dalam lindungan dan pemeliharaan Allah.

Belajar Kecerdasan Emosi

Apa itu kecerdasan emosi? Menurut Wikipedia, Kecerdasan Emosi atau Emotional Intelligence (EI) menggambarkan kemampuan, kapasitas, keterampilan atau, dalam kasus EI sifat model, kemampuan diri, untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola emosi diri sendiri, orang lain, dan kelompok.
Mengapa begitu penting? Emosi berkaitan dengan keputusan dan tindakan. Jika emosi tidak dikelola dengan baik, masihkah berharap bahwa keputusan dan tindakan kita juga baik?
Dari berbagai literatur, saya menemukan ada 5 dasar kecerdasan emosional. Kelima dasar itu adalah
  1. Mengetahui perasaan Anda dan menggunakannya untuk membuat keputusan dalam hidup Anda.
  2. Mampu mengatur kehidupan emosional Anda tanpa dibajak oleh emosi-emosi negatif seperti depresi, marah, kebingungan, dan sebagainya.
  3. Bertahan dalam menghadapi kemunduran dan menyalurkan dorongan Anda untuk mengejar tujuan-tujuan Anda.
  4. Empati – membaca emosi orang lain tanpa mereka memberi tahu Anda apa yang mereka rasakan.
  5. Penanganan perasaan. Termasuk kemampuan membaca dan mengartikulasikan emosi yang tersirat
Lalu siapa teladan kita dalam hal kecerdasan emosi? Tentu saja, tiada lain dan tiada bukan, teladan kita adalah Rasulullah saw. Banyak literatur yang membahasnya, tetapi Al Quran dan Hadits-lah sumber rujukan utama kita.
Jika kita meneladani bagaimana cara Rasulullah saw berinteraksi dengan orang-orang sekitar beliau, dengan keluarga, bahkan dengan orang-orang yang menentang beliau, kita bisa petik bagaimana kecerdasan emosi beliau yang mengagumkan. Itulah praktek utama kecerdasan emosi.

Janganlah Kamu Bersedih

Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At-Taubah:40) Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap saja bersedih, artinya kita belum merasakan kedekatan dengan Allah.

Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. Menangis dalam rangka takut dan berharap kepada Allah malah dianjurkan supaya kita bebas dari api neraka. Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri.
Bersedih Itu Manusiawi
Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang mencintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam sedih. Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa larut dalam kesedihan.

Bersedih Tidak Diajarkan
Bersedih (selain takut karena Allah) tidak diajarkan dalam agama. Bahkan kita banyak menemukan ayat maupun hadist yang melarang kita untuk bersedih.
Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS.At-Taubah:40)
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)
Rasulullah saw pun berdo’a untuk agar terhindar dari kesedihan,
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud)

Lalu, bagaimana supaya kita tidak bersedih?
Jika kita melihat ayat dan hadits yang disebutkan diatas, setidaknya kita sudah memiliki dua solusi agar kita tidak terus berada dalam kesedihan.

Pertama: dari ayat diatas (At Taubah:40) bahwa cara menghilangkan kesedihan ialah dengan menyadari, mengetahui, dan mengingat bahwa Allah bersama kita. Jika kita sadar bahwa Allah bersama kita, apa yang perlu kita takutkan? Apa yang membuat kita sedih. Allah Maha Kuasa, Allah Maha Penyayang, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita.
 Saat kesedihan terus menimpa kita, mungkin kita lupa atau hilang kesadaran, bahwa Allah bersama kita. Untuk itulah kita diperintahkan untuk terus mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d:28)
Dari ayat ini, kita sudah mengetahui cara menghilangkan kesedihan, kecemasan, dan ketakutan yaitu bidzikrillah, dengan berdzikir mengangat Allah.
Saat saya mengalami kesedihan, ketakutan, atau kecemasan, ada tiga kalimat yang sering saya gunakan untuk berdzikir.
  1. Istighfar, memohon ampun kepada Allah.
  2. La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
  3. Hasbunallaah wa ni’mal wakiil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya Pelindung)
  4. Tentu saja, masih banyak kalimat-kalimat baik lainnya yang bisa Anda ucapkan
Alhamdulillah, kesedihan, kecemasan, dan ketakutan menjadi sirna setelah berdzikir dengan kalimat-kalimat diatas. Tentu saja, bukan saja dzikir di lisan tetapi harus sampai masuk ke hati.

Kedua: cara menghilangkan kesedihan ialah dengan berdo’a seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Nabi pun meminta pertolongan Allah, apa lagi kita, jauh lebih membutuhkan pertolongan Allah. Maka berdo’alah.
Tentu saja, masih banyak cara supaya kita tidak bersedih. Saya bisa menulis buku tebal jika mau membahas semuanya. Namun, dengan dua cara utama diatas kita akan mendapatkan mamfaat yang luar biasa. Bersedih masih mungkin kita alami, tetapi tidak lagi bersedih yang berlebihan dan berlarut-larut. Karena hidup dan perjuangan harus berjalan terus.
Janganlah kamu bersedih.

Meraih Sukses Dengan Senyum

“Yang benar saja, memang bisa Meraih Sukses Dengan Senyum saja?” Tentu saja tidak, tetapi senyum sangat membantu kita untuk meraih sukses. Ada banyak manfaat senyum yang akan sangat membantu kita untuk meraih sukses. Sungguh sayang, jika kita masih terlalu pelit untuk tersenyum.
Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan “Hadapilah dengan senyuman”. Atau “Senyum itu shadaqah”? Yuk kita bahas, bagaimana kita bisa meraih sukses dengan senyum. Kita akan melihat bahwa senyum adalah modal yang sangat berharga untuk keberhasilan kita.

Seyum Itu Shadaqah

Senyummu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh.” (HR. Tirmidzi)
Lalu apa hubungannya dengan meraih sukses dengan senyum? Jika kita suka tersenyum di hadapan saudara kita, maka artinya kita rajin shadaqah. Banyak hadits dan ayat Al Quran yang menjelaskan bahwa Allah akan membalas shadaqah dengan kebaikan yang lebih banyak? Bukankan ini sebuah kesuksesan?
Yang kedua, jika kita banyak shadaqah artinya kita banyak beribadah. Allah SWT tentu akan sayang kepada orang yang rajin beribadah. Jika Allah sayang, do’a kita akan dikabulkan, Allah akan menolong kita, dan Allah akan membantu kita. Siapa yang bisa menghalangi sukses kita jika Allah membantu kita?

Hadapilah Dengan Senyum

Seringkali kita menghadapi atau mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan. Jika kita menurutinya, emosi kita negatif dan juga akan merambahkan ke pikiran kita. Jika pikiran dan emosi negatif, maka tindakan akan negatif dan hasilnya akan negatif juga. Namun jika mampu menghadapinya dengan senyum, emosi kita akan tenang dan tentran sehingga kita bisa berpikir jernih. Senyum juga akan membangkitkan emosi positif sehingga kita lebih termotivasi lagi. Silahkan lihat tekniknya di Video Instant Motivation Weapon.
Namun jangan disalah artikan dengan menganggap sepele sesuatu atau malah mempermainkan sesuatu. Kita tidak bisa meraih sukses dengan senyum, jika senyum kita hanya untuk main-main atau tidak serius. Bukan juga senyum dalam arti “mentertawakan atau meremehkan orang lain”. Senyumlah secara tulus, senyum bahagia karena kita mendapatkan ilmu dari dari hal yang tidak menyenangkan itu.

Senyum Bermanfaat Bagi Kesehatan

Sudah banyak pembahasan tentang manfaat senyum dengan kesehatan. Kemudian kita juga jelas memahami bahwa kesehatan memiliki peran penting dalam meraih sukses. Jika kita sehat kita akan lebih energik dalam bertindak dan bekerja. Berpikir lebih tenang dan jernih. Dalam buku-buku sukses karangan penulis ternama, sering sekali menyertakan pembahasan sehat secara fisik dan juga peran senyum di dalamnya. Kesahatan adalah alasan ketiga kita bisa meraih sukses dengan senyum.

Senyum Membangun Relasi

Perusahan profesional akan melatih customer service-nya agar rajin tersenyum kepada pelanggan. Karena mereka tahu manfaat senyuman terhadap penjualan. Jujur, saya malas belanja di sebuah toko yang pelayannya cemberut dan tidak ramah.
Senyum juga akan memancing orang lain tersenyum juga dan menyukai kita. Maka relasi akan mudah kita bangun. Bantuan dan pertolongan dari sesama akan lebih mudah kita dapatkan. Termasuk kita akan lebih mudah membangun kerja sama jika relasi terjalin dengan baik.
Jelas sudah, kita bisa melihat: setidaknya ada empat alasan kenapa kita bisa meraih sukses dengan senyum.

Satu Keterampilan Satu Waktu

Artikel ini terinspirasi saya saya memutar audio belajar bahasa Inggris dari Mr Teguh Handoko Susilo. Beliau menekankan bahwa kita hanya perlu menguasai satu keterampilan dalam satu kali belajar. Meski pun terlihat lambat, tetapi cara ini terbukti efektif untuk membangun keterampilan bahasa Inggris murid-murid beliau. Belajar bahasa Inggris yang awalnya terlihat begitu sulit, terasa begitu mudah dengan cara ini.
Apakah hanya diterapkan dalam belajar bahasa Inggris saja? Tentu saja tidak. Di pesantren, cara ini digunakan agar santri-santri menguasai bahasa Arab dengan baik. Selain itu, bisa diterapkan untuk mengembangan diri secara umum.
Mengapa metode ini begitu efektif? Yuk, kita bahas.

Kekuatan Fokus

Metode satu keterampilan satu waktu begitu efektif karena kita fokus. Saat kita fokus, semua energi dan sumber daya yang kita miliki digunakan hanya untuk menguasai satu keterampilan itu. Manfaatnya: apa yang kita pelajari akan benar-benar kita kuasai, sampai masuk ke dalam hati, dan mendarah daging dengan tindakan kita.
Kita juga bisa belajar kepada para atlet. Konon, pemain sepak bola bisa berlatih menendang bola saja sampai ribuan kali. Terus menerus, bahkan setelah tendangannya tepat sasaran. Mereka tidak langsung puas setelah mampu membidik dengan jitu, tetapi mereka juga menjadikan bidikan jitu itu menjadi sebuah kebiasaan.

Terapkan Dalam Bidang Anda

Jika Anda ingin menjadi seseorang yang unggul di bidang Anda, maka tingkatkan keterampilan Anda, satu demi satu. Jika kita melihat secara kesuruhan, maka kita bisa menyerah sebelum memulai. Akan terlihat begitu banyak yang harus ditingkatkan atau dikuasai.
Misalnya, pemain sepak bola harus memiliki banyak keterampilan: menendang bola, menggiring bola, daya tahan tubuh, kecepatan berlari, cara mengumpan, cara melepaskan diri dari hadangan lawan, dan masih banyak lagi. Mereka bisa menguasainya dan menjadi pesebak bola yang tangguh saat mereka benar-benar menguasai semuanya dengan baik. Caranya, mereka mau melatih satu keterampilan dalam satu waktu dengan tekun. Setelah cukup, baru beralih ke keterampilan lain, dan seterusnya.
Banyak orang yang bisa bermain sepak bola. Seminggu dua kali mereka bermain sepak bola, sejak kecil sampai dewasa, tetapi tetap saja tidak menjadi pesebak bola tangguh. Itu karena, mereka tidak benar-benar melatih keterampilan dengan benar. Mereka langsung bermain, 11 lawan 11, tanpa pernah atau jarang sekali melatih keterampilan-keterampilan pendukungnya. Bisanya hanya untuk olah raga atau kesenangan saja. Tapi, tidak untuk menjadi pesebak bola unggul.
Begitu juga, jika Anda seorang karyawan yang ingin sukses, Anda akan sulit meraih karir yang bagus jika Anda tidak berusaha meningkatkan kemampuan Anda dalam bekerja. Mungkin Anda bekerja, setiap hari. Anda menggunakan komputer, tetapi tidak mahir. Asal bisa saja. Maka wajar jika atasan Anda tidak memberikan perhatian positif terhadap Anda. Jika ingin mendapatkan perhatian, Anda harus menjadi pekerja yang unggul.
Salah satu penghambat kenapa banyak karyawan yang tidak mau melatih keterampilannya, ialah karena bingung. Mau melatih apa? Sementara pekerjaan banyak, keterampilan yang diperlukan pun banyak. “Mau keterampilan yang mana?”
Tentu saja, ada strateginya. Kita tidak harus menjadi unggul di setiap keterampilan atau setiap bidang sekaligus. Pilihlah bidang yang terbaik, yang paling memberikan nilai atau dampak positif bagi karir Anda. Kemudian keterampilan itu dipecah-pecah lagi menjadi sub keterampilan yang lebih kecil lagi.
Misalnya, keterampilan menjual disusun dari keterampilan berbicara, membangun jaringan, presentasi, penguasaan produk, dan sebagainya. Sekarang pilih sub keterampilan mana yang paling lemah, maka latihlah keterampilan itu sampai mahir. Setelah mahir, cari lagi sub keterampilan yang perlu diperbaiki lagi, dan seterusnya. Selengkapnya bisa Anda pelajari di salah satu video The Confidence Secret.
Jadi, untuk menjadi pribadi yang unggul, Anda tidak perlu melatih semua keterampilan sekaligus. Latihlah satu keterampilan dalam satu waktu, kemudian beralih ke keterampilan lainnya.

Mempercepat Meraih Sukses

Ada pepatah yang mengatakan “biar lambat asal selamat”. Pepatah ini ada benarnya jika tidak ada pilihan lain. Misalnya jika kita cepat maka akan celaka, maka lambat menjadi pilihan.
Namun, pepatah ini banyak yang salah mengartikannya. Masih banyak orang yang menganggap bahwa cara cepat adalah cara yang negatif. Sehingga mereka menolak untuk melakukan cara cepat dan tetap menggunakan yang lambat.
Memang, ada sesuatu yang harus dilakukan dengan lambat. Begitu juga, banyak hal akan lebih baik jika dilakukan dengan cepat. Kita harus cerdas, mana yang harus dilakukan dengan cepat dan mana yang harus dilakukan dengan lambat.

Mempercepat Sukses TIDAK Berarti Menghalalkan Segara Cara

Dari komentar yang saya dapatkan di facebook, masih ada orang yang berpikiran bahwa mempercepat meraih sukses dikaitkan dengan menghalalkan segala cara. Padahal sudah jelas saya katakan bahwa kita bisa mempercepat meraih sukses dengan menggunakan daya ungkit yang salah satunya adalah teknologi.
Saya menganalogikan bahwa naik sepeda lebih cepat dibandingkan dengan jalan kaki. Apakah naik sepeda itu tidak boleh? Jika naik sepeda membawa manfaat yang lebih besar bagi diri maupun bagi orang lain, maka naik sepeda menjadi sesuatu yang positif bahkan dianjurkan.
Intinya jika kecepatan membawa kebaikan, maka kecepatan itu adalah hal yang baik. Kemudian, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mempercepat meraih sukses dengan cara yang baik dan halal. Mempercepat TIDAK indetik dengan menghalalkan segala cara.

Kadang Cara Cepat Memerlukan Investasi

Ada yang bertanya, “Meskipun harus mengeluarkan biaya?” Saya jawab disini, “Ya, tentu saja.” Mengeluarkan biaya bukanlah sesuatu yang negatif. Sebab, saya melihat bahwa biaya tersebut adalah sebuah investasi dimana akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar.
Menenun kain bisa dilakukan secara manual, tetapi kenapa banyak pabrik yang membeli mesin tenun yang harganya sangat mahal? Sebab dengan mesin tenun mereka bisa mendapatkan kain lebih cepat dan lebih banyak sehingga keuntungannya pun lebih besar. Biaya yang dikeluarkan untuk investasi membeli mesin tenun bisa tergantikan.
Jadi, mengeluarkan biaya bisa menjadi suatu hal yang positif jika memberikan manfaat yang lebih besar. Tidak semua pengeluaran itu negatif.

Tidak Semua Cara Instan Itu Negatif

Kadang, ada juga yang mengatakan bahwa semua yang instan-instan itu tidak baik. Sebenarnya kita tidak bisa mengatakan seperti itu, kita tidak bisa menjeneralisir semuanya sama. Sekai lagi, kita harus objektif pada masalahnya. Jika membawa kebaikan, mengapa kita harus menolak cara instan? Memang, cara instan ada yang membawa kepada keburukan tetapi ada juga yang membawa kepada kebaikan. Kita harus lebih bijak dan cerdas dalam menilainya.
Misalnya, saat Anda dihadapkan pada pekerjaan yang sedang menumpuk dan mendekati deadline, namum motivasi Anda sedang turun. Apakah Anda menunggu 1 minggu dulu sampai motivasi Anda naik? Jika Anda bisa membangkitkan motivasi secara instan kemudian bisa langsung bekerja lagi secara produktif, bukankah ini hal yang positif?

Bukalah Pikiran Kita

Mulai sekarang, bukalah pikiran kita untuk menemukan cara-cara yang mudah dan cepat tetapi tetap halal dan membawa kepada kebaikan. Jika Anda tidak tahu ilmunya maka itu artinya Anda harus belajar. Sederhana: jika tidak tahu, yang belajar.
Saat kita mulai terbuka bahwa ada cara-cara cepat yang positif, maka kita akan menemukannya. Setelah Anda menemukan cara tersebut, maka lakukanlah sepanjang tidak dosa. Maka Anda bisa mempercepat meraih sukses.

Bagaimana Cara Mempercepat Meraih Sukses?

Kuncinya adalah ilmu. Kadang banyak hal yang sebenarnya sederhana dan bisa kita lakukan, tetapi karena tidak tahu ilmunya maka kita tidak akan bisa melakukannya. Tentu saja harus praktek setelah memiliki ilmunya. Praktek dengan ilmu jauh lebih baik dibandingkan dengan praktek tanpa ilmu.
Apa saja ilmu yang diperlukan untuk mempercepat sukses?
Yang pertama ialah ilmu tentang penggunaan waktu. Bagaimana Anda mengatur aktivitas Anda sebaik mungkin sehingga bisa sangat produktif dan efektif. Kuncinya ialah bagaimana Anda mengatur apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Lebih detilnya bisa Anda pelajari di ebook Revolusi Waktu.
Yang kedua adalah daya ungkit. Naik sepeda bisa lebih cepat dibandingkan dengan jalan kaki, padahal menggunakan sumber tenaga yang sama yaitu kaki Anda. Sepeda adalah daya ungkit. Tapi bukan hanya sepeda, daya ungkit itu banyak, hanya saja banyak orang yang mengabaikannya karena tidak sadar. Silahkan pelajari selengkapnya di ebook Daya Ungkit.
Yang ketiga adalah energi. Sepeda memang lebih cepat dibandingkan jalan kaki, tetapi sepeda motor lebih cepat dibandingkan sepeda. Kenapa? Ya, karena ada tambahan energi selain energi dari tubuh kita.
Lalu apa bahan bakar kehidupan kita? Bahan bakar itu adalah motivasi. Jika Anda ingin bergerak lebih cepat dan lebih produktif, maka Anda perlu memiliki motivasi yang tinggi. Silahkan baca artikel-artikel di situs ini untuk mendapatkan suntikan motivasi. Atau silahkan juga pelajari teknik-teknik instan membangkitkan motivasi di video Instant Motivation Weapon.
Jadi, Anda bisa mempercepat meraih sukses dengan cara yang baik. Jika tidak bisa, maka waktunya Anda untuk belajar bagaimana cara mempercepat meraih sukses tanpa melakukan sesuatu yang tidak baik, sebab yang baik pun masih banyak.

Motivasi Cinta

Apa sebenarnya yang menjadi motivasi cinta? Cinta yang dimaksud adalah cinta kepada sesama. Untuk cinta kepada Allah, saya yakin sudah banyak yang membahasnya. Pada kali ini, saya ingin fokus membahas tentang cinta kepada sesama makhluq, terutama kepada sesama manusia.
Motivasi cinta begitu kuat. Banyak kasus, yang katanya demi cintanya kepada sang kekasih dia rela melakukan apa pun, termasuk bunuh diri. Belum lagi, coba dengarkan lagu-lagu tentang cinta yang sering mengatakan bahwa apa pun akan dilakukan demi cinta.
Dalam film, sinetron, lagu, dan berbagai budaya lainnya, sering kali cinta begitu diagungkan. Seolah segalanya. Sayangnya, cinta tersebut didominasi oleh cinta kepada lawan jenis. Dalam agama Islam, bukanlah dilarang untuk mencintai lawan jenis. Laki-laki mencintai wanita dan sebaliknya. Allah memang menciptakan rasa cinta kepada manusia. Karena cinta adalah anugrah dari Allah, maka cinta harus digunakan sesuai dengan kehendak Allah SWT. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi cinta.
Dari Anas bin Malik ra berkata: Nabi Muhammad saw bersabda: “Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah; sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya; dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” (Imam Al Bukhari).
Hadits ini memang ditujukan bagi kita yang mau merasakan manisnya iman. Bukan “manisnya” pelampiasan hawa nafsu. Oleh karena itu, dalam mencintai seseorang (istri, suami, anak, orang tua, dan sebagainya) harus karena Allah seperti yang dikatakan Rasulullah saw dalam hadits diatas: tidak mencintainya kecuali karena Allah. Motivasi cinta, harus karena Allah SWT.
Jika motivasi cinta kita hanya karena Allah, maka siapa yang dicintai dan bagaimana cara mencintai harus sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Bagaimana dengan pacar? Saya tidak sedang membahas haram tidaknya pacaran. Saya juga tidak sedang membahas apakah ada yang namanya pacaran islami. Yang ingin saya tekankan disini, jika kita mencintai seseorang, siapa pun itu, motivasi cinta tersebut harus karena Allah SWT dan sesuai dengan ketentuan Allah SWT.
Yang kedua, sebesar apa pun cinta Anda kepada sesama makhluq, bahkan kepada anak dan orang tua, tetap Allah dan Rasul-Nya harus lebih dicintai. Apalagi hanya cinta kepada seorang pacar yang belum ada ikatan hukum sama sekali dalam pandangan agama. Jangan sampai melebihi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Salah satunya tidak melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya demi cinta kepada kekasihnya. Seperti mendekati zina apalagi sampai melakukannya.
Manusia hidup hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Itulah motivasi hidup sejati manusia. Termasuk motivasi cinta. Cintai istri karena Allah. Cintai suami karena Allah. Cintai anak, orang tua, kakak, dan sudara seiman lainnya hanya karena Allah. Karena inilah motivasi cinta sejati.

Haruskah Saya Bangkit?

“Kenapa harus bangkit? Saya tidak jatuh.” Bangkit tidak selama bagi orang yang baru saja jatuh. Bagi orang yang yang baru saja jatuh, bangkit adalah sebuah keharusan. Lalu bagaimana jika seseorang yang tidak jatuh, apakah harus bangkit juga?
Pertama: banyak orang yang tidak sadar kalau dia sebenarnya sedang jatuh. Yang kedua: bisa jadi seseorang itu tidak akan jatuh karena dia sudah berada di dasar. Dan yang ketiga: siapa pun Anda, jika ingin mengubah hidup ke kehidupan yang lebih tinggi. Jika Anda salah satu dari ketiga orang ini, maka Anda harus bangkit. Setidaknya, saya termasuk kelompok yang ketiga. Bagaimana dengan Anda?

Mimpi Buruk? Anda Harus Bangkit!

Salah satu ciri orang yang harus bangkit ialah orang yang sedang merasakan mimpi buruk dalam hidupnya. Jika kehidupan Anda serasa sebuah mimpi buruk, maka langkah satu-satunya ialah Anda harus bangun dari “tidur panjang” Anda. Anda harus bangkit.
Semua masalah Anda yang menghimpit tidak akan sirna begitu saja hanya dengan dikeluhkan. Tidak akan hilang hanya dengan dipikirkan saja. Yang harus Anda pikirkan ialah solusinya. Inilah langkah awal Anda untuk bangkit. Saat Anda sudah menemukan solusinya, langkah selanjutnya ialah bertindak.
Terlepas apakah solusi itu akan berhasil atau tidak, Anda harus tetap bertindak. Ambil langkah awal sesegera mungkin. Inilah satu-satunya cara untuk bangkit: bertindak. Bukan diam. Bukan menyerah. Bukan menunggu orang lain yang menggelar karpet merah untuk Anda. Bangkitlah! Ambillah tindakan.

Mimpi Di Siang Bolong? Anda Harus Bangkit!

Ciri kedua orang yang harus ialah mereka yang menginginkan sesuatu, tetapi keinginan itu hanya tersimpan di angan-angan. Anda ingin mobil, rumah idaman, atau ibadah haji, tetapi hanya di mulut dan di hati saja. Seolah, semua itu jauh dari Anda. Seolah itu semua hanya milik orang lain. Jika Anda memiliki pikiran seperti ini, artinya Anda harus bangkit. Jangan diam saja.
Mulailah dengan belajar atau bertanya. Sudah banyak orang yang kondisi tidak beruntung tetapi bisa mendapatkan rumah idaman, mobil, dan ibadah haji. Mungkin mereka beruntung, tetapi itu jangan sampai menghentikan Anda untuk berusaha. Jangan sampai Anda juga mengandalkan keberuntungan datang kepada Anda. Dari pada hidup hanya diisi dengan menunggu keberuntungan, akan lebih baik jika Anda bangkit menjemput keberuntungan.

Tidak Ada Perubahan? Bangkitlah!

Dan yang ketiga, jika Anda sudah lama menjalani hidup tanpa perubahan berarti, artinya ada yang salah dalam hidup Anda. Artinya: Anda harus bangkit.
Mulailah dengan mengembangkan horizon Anda. Tinggalkan cara berpikir di dalam kotak. Berpikirlah sesuatu yang baru, yang akan membawa peningkatan pada hidup Anda. Kemudian, perubahan hanya akan terjadi jika Anda bergerak.
Jika salah satu kasus diatas terjadi pada diri Anda, maka satu kata ini penting bagi Anda: bangkit!


Kisah Dua Tukang Sol

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.

“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.