Selasa, 29 November 2011

Lp MySQL 2 (Join Table)

Join Table


1.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan join table pada mySQL?
2.       Jelaskan macam-macam perintah join table pada mySQL?

Jawaban
1.       Join table adalah fitur pada MySQL yang berguna menggabungkan tabel dengan query-query yang mendapatkan kembali data. Atau bentuk kondisi join dimana nilai relasi yang terjadi antar 2 table adalah sama.  Join table merupakan salah satu dari beberapa operasi paling penting yang dapat Anda lakukan dengan menggunakan statemen SELECT.
2.       Macam-macam perintah join table pada MySQL.
·         Inner join
Dengan inner join, tabel akan digabungkan dua arah, sehingga tidak ada data yang NULL di satu sisi. Sebagai contoh, kita akan menggabungkan tabel pelanggan dan pesan dimana kita akan menampilkan daftar pelanggan yang pernah melakukan pemesanan (transaksi).

Inner join dengan where
Penggabungan dengan klausa WHERE memiliki bentuk umum sebagai berikut:
SELECT tabel1.*, tabel2.* FROM tabel1, tabel2
WHERE tabel1.PK=tabel2.FK;

Inner Join dengan klausa INNER JOIN
Berikut ini bentuk umumnya:
SELECT tabel1.*, tabel2.*
FROM tabel1 INNER JOIN tabel2
ON tabel1.PK=tabel2.FK;

·         Outer Join
Dengan outer join, tabel akan digabungkan satu arah, sehingga memungkinkan ada data yang NULL (kosong) di satu sisi. Sebagai contoh, kita akan menggabungkan tabel pelanggan dan pesan dimana kita akan menampilkan daftar pelanggan yang pernah melakukan pemesanan (transaksi).

Left Join
Bentuk umum:
SELECT tabel1.*, tabel2.*
FROM tabel1 LEFT JOIN tabel2
ON tabel1.PK=tabel2.FK;
Right Join
Bentuk umum:
SELECT tabel1.*, tabel2.*
FROM tabel1 RIGHT JOIN tabel2
ON tabel1.PK=tabel2.FK;

LP MySQL 1 (DML dan Database Relational)

DML dan Database Relational



1.       Apa yang kalian ketahui tentang perintah DBML dan berikan contohnya?
2.       Jelaskan pengertian dari database relational dan berikan contonya?

Jawaban
1.       Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa basis data yang berguna untuk melakukan modifikasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Modifikasi data terdiri dari: penambahan (insert), pembaruan (update), penghapusan (delete), seleksi data (selection) dan membuat tabel maya (view).

Macam-macam dari perintah DML adalah:
1. Insert : untuk memasukkan / menambahkan data baru
INSERT INTO nama_table (nama_kolom) values (values);
contoh –>
insert into mahasiswa (nim, nama, alamat, jurusan) values (12345,’andhi’,’yogya’,’informatika’);
keterangan:
insert into –> perintah untuk menambah data
mahasiswa –> nama table yang akan ditambahkan datanya
nim, nama, alamat, jurusan –> nama kolom dari table mahasiswa
12345,’andhi’,’yogya’,’informatika’ –> data yang dimasukkan ke dalam table mahasiswa (sesuai dengan urutan kolom yang telah disebutkan sebelumnya)
nb: untuk data yang bertipe karakter harus diapit tanda petik tunggal (‘ ‘)

2. Select : untuk menyeleksi / memilih data yang akan ditampilkan
SELECT * | {nama_kolom} FROM nama_table [WHERE condition];
contoh –>
select nim, nama, jurusan from mahasiswa;
keterangan: perintah di atas menampilkan data nim, nama dan jurusan pada table mahasiswa.
nb: untuk menampilkan semua kolom dapat menggunakan tanda (*) contoh: select * from mahasiswa, sedangkan jika ada syarat/kondisi untuk data yang akan ditampilkan dapat menggunakan klausa where contoh: select nim, nama from mahasiswa where nama=’andhi’;

3. Update : untuk membperbaharui data yang sudah ada
UPDATE nama_table SET nama_kolom = value [WHERE condition];
contoh –>
update mahasiswa set jurusan =’kedokteran’ where nama=’andhi’;
keterangan: perintah di atas akan mengubah data mahasiswa yang bernama andhi dengan mengganti data pada kolom jurusan, yang sebelumnya informatika menjadi kedokteran.
Nb: kita dapat mengubah lebih dari satu kolom dalam satu perintah update contoh: update mahasiswa set nim=45678, jurusan=’kedokteran’ where nama=’andhi’;
Perhatian : Jika kita tidak menggunakan klausa where maka semua baris pada kolom yang akan di update akan berubah.

4. Delete : untuk menghapus baris data
DELETE [FROM] nama_table [ WHERE condition];
contoh –>
delete mahasiswa where nama=’andhi’;
keterangan: perintah di atas menghapus baris data pada tabel mahasiswa yang bernaa andhi
Perhatian : Jika tidak menggunakan klausa where maka semua baris data pada tabel tersebut akan dihapus.

2.       Database relational adalah suatu basis data yang menggunakkan yang menggunakan table 2 dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk member gambaran sebuah berkas data.

Contoh database relasional adalah:
DB2-IBM.
ORACLE-Oracle.
SYBASE-Powersoft.
INFORMIX-Informix.
Microsoft Access-Microsoft.

Lp Linux with C 2 (Array dan Function dalam Bahasa C)

Array dan Function dalam Bahasa C


1.       Apa yang kalian ketahui tentang array dan function dalam bahasa c?
2.       Sebutkan masing-masing bentuk umum dari array dan function?
3.       Buat program sederhana menggunakan array dan function?

Jawaban
1.       Array adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. Letak atau posisi elemen array ditunjukkan oleh suatu index.
Function adalah suatu bagian kode atau blok program dari bahasa C yang digunakan untuk menjalankan suatu proses tertentu.

2.       Bentuk umum array:
·         Array Dimensi Satu: Tipe_array nama_array[ukuran];
·         Array Dimensi Dua: Tipenama_array[baris][kolom];
·         Array Dimensi Banyak: tipe nama_var[ukuran1][ukuran2]…[ukuranN];
Bentuk umum function:
                Type nama_fungsi (argument1, argument2,…);
·         Type: sama seperti type data (variable), bisa berupa char, int, float, double, dan void).
·          Nama_fungsi: Penamaan fungsi sama semperti nama variable biasa.
·         Argument atau parameter fungsi: masukkan yang dimiliki sebuah fungsi, fungsi boleh tidak memiliki argument. Bentuk penulisan argument sama dengan pendeklarasian sebuah variable.
·         Titik koma (;): Akhir dari pendeklarasian suatu fungsi.

3.       Program sederhana array dan function:
#include

int main()
{
   int i,j,m,n;
   printf("Masukkan jumlah baris matriks : "); scanf("%d",&m);
   printf("Masukkan jumlah colom matriks : "); scanf("%d",&n);
   for (i=1 ; i<=m ; i++)
   {
       for (j=1 ; j<=n ; j++)
       {
                  printf("A[%d][%d]=",i,j);
          scanf("%d",&A[i][j]);
        }
   }
   //mencetak keluaran
   for(i=1;i<=m;i++)
   {
        for(j=1;j<=n;j++)
        {
           printf("%d\t",A[i][j]);
         }
    }
return 1;
}

LP Linux with C 1 (Linux, Looping dan Kondisi dalam bahasa C)

Linux, Looping dan Kondisi dalam bahasa C


1.       Sejarah Linux: Sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis. Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas.[6] Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai pada saat itu. Linus Torvalds pernah berkata bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis versinya sendiri. Sekarang ini Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung pengembangan komponen GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan komponen non-GNU. Komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU dengan perangkat lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.

2.       Looping adalah pengulangan satu atau lebih statement/proses/perintah hingga kondisi tertentu. Kegunaan looping Meringkas algoritma(atau program) dengan mengotomatisasi perintah-perintah yang sama yang dikerjakan berulang-ulang. Contoh looping for, while, dan do while. Kondisi adalah perintah yang digunakan untuk melakukan pengkondisian suatu statetment atau variable, biasanya kondisi bernilai true dan false ataupun lainnya.

3.       Contoh program kondisi:
#include "stdio.h"
#include "conio.h"
void main()
{    float nilai;
printf("Masukan nilai yang didapat : ");
scanf("%f", &nilai);
if(nilai > 65)
printf("\n ANDA LULUS !!!!\n");
getch();
}

contoh program looping
/* Program Segitigaa*/
#include <stdio.h>
intn;
void main(){
printf("n = ");
scanf("%d",&n);
printf("\n");
for(inti=1;i<=n;i++) {
for(intj=1; j<=i; j++) {
printf("*");
}
printf("\n");
}
}